Laman

Tuesday, May 13, 2014

Cara Mudah Mencegah Kelupaan

Cara Mudah Untuk Mencegah Seseorang Mengalami Kelupaan

Mungkin saja sebagian besar orang kehilangan memori sejak dini yaitu diusia mudah. Karenanya orang harus berusaha untuk menjaga memori di otaknya agar tidak hilang. Pentingnya memori bagi semua orang untuk menyimpan segala macam informasi. Berbagai hal akan dilakukan seseorang agar tetap bisa melindungi memorinya.
Ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk melindunginya dan mencegah seseorang mengalami kelupaan:
  1. Melakukan olahraga sebelum beraktivitas
    Olahraga akan meningkatkan aliran darah, membawa oksigen yang sangat dibutuhkan dan glukosa sebagai bahan bakar. Bahkan orang bisa belajar kosakata 20 persen lebih cepat jika dilakukan setelah melakukan latihan. Olahraga yang dilakukan tak perlu susah-susah, bisa dengan jalan santai, menari atau melakukan kickboxing ringan.
  2. Membersihkan gigi sebelum tidur
    Kebersihan gigi tidak hanya berdampak pada senyum yang indah tapi juga penting untuk memori. Jika gigi tidak dibersihkan maka gusi bisa meradang sehingga memudahkan bakteri jahat memasuki aliran darah. Nantinya bakteri ini bisa menyebabkan radang di seluruh tubuh termasuk otak yang menyebabkan gangguan kognitif.
  3. Sarapan dengan kaborhidrat
    Melewatkan karbohidrat bisa membahayakan memori, karena sel-sel otak membutuhkan karbohidrat yang nantinya akan diubah oleh tubuh menjadi glukosa sebagai energi. Pilihlah biji-bijian utuh dan karbohidrat kompleks lain yang lambat dicerna sehingga memberikan aliran glukosa yang konsisten.
  4. Menggerakkan mata ke sekeliling
    Ketika memarkir kendaraan atau turun dari angkutan, cobalah memperhatikan keadaan di sekitar dengan memindahkan pandangan mata dari satu sisi ke sisi lain selama 30 detik dari tempat berdiri. Berlatih gerakan mata sederhana ini bisa meningkatkan memori jangka panjang hingga 10 persen dan membantu mengingat bagian penting dari suatu informasi.

SELAMAT MENCOBA DAN SEMOGA BERMANFAAT......

Ciri-ciri Karangan ilmiah

Ciri-ciri Karangan Ilmiah:

  1. logis, maksudnya semua keterangan yang diketengahkan mempunyai alasan yang dapat diterima akal
  2. sistematis, yaitu semua yang dipaparkan disusun dalam urutan yang berkesinambungan
  3. objektif atau faktual, artinya keterangan yang dikemukakan didasarkan pada apa yang benar-benar ada atau sesuai dengan fakta
  4. teruji, artinya keterangan yang diberikan dapat diuji kebenarannya, dan ;
  5. bahasanya bersifat lugas atau denotatif.

Syarat-syarat Karangan Ilmiah:

  1. mengandung masalah serta pemecahannya
  2. masalah harus merangsang atau menarik perhatian pembaca
  3. lengkap dan tuntas, artinya membeberkan semua segi yang berkaitan dengan masalahnya
  4. disusun menurut sistem tertentu dan metode tertentu sehingga mudah dimengerti dan dipahami.

Yang tergolong karangan ilmiah antara lain:

  1. Laporan ialah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati, dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin.
  2. Makalah ditulis oleh siswa atau mahasiswa sehubungan dengan tugas dalam bidang studi tertentu. Makalah dapat berupa hasil pembahasan buku atau hasil suatu pengamatan.
  3. Kertas kerja adalah karangan yang berisi prasaran, usulan, atau pendapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu pokok persoalan, untuk dibacakan dalam rapat kerja, seminar, simposium, dan sebagainya.
  4. Skripsi, karya tulis yang diajukan untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan, penyelidikan, observasi, atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh, dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian.
  5. Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat, jika dibandingkan dengan skripsi. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertanngungjawab dalam bidang studi tertentu.
  6. Disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor, dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada persoalan dalam tesis.
  7. Resensi ialah karya tulis yang berisi hasil penimbangan, pengulasan, atau penilaian sebuah buku. Resensi yang disebut juga timbangan buku atau book review sering disampaikan kepada sidang pembaca melalui surat kabar atau majalah. Tujuan resensi ialah memberi pertimbangan den penilaian secara objektif, sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak.
  8. Kritik dari bahasa Yunani kritikos yang berarti `hakim’. Kritik sebagai bentuk karangan berisi penilaian baik-buruknya suatu karya secara objektif. Kritik tidak hanya mencari kesalahan atau cacat suatu karya, tetapi juga menampilkan kelebihan atau keunggulan karya itu seperti adanya.
  9. Esai adalah semacam kritik yang lebih bersifat subjektif. Maksudnya apa yang dikemukakan dalam esai lebih merupakan pendapat pribadi penulisnya.

Manajemen Proyek Sistem Informasi


Manajemen Proyek Sistem Informasi (MPSI) adalah sebuah cara yang dilakukan untuk mengelola sumber daya (manusia, data, anggaran) untuk mencapai suatu tujuan yang ditentukan. Apa maksud dari mencapai suatu tujuan yang ditentukan? Maksudnya ialah suatu proyek yang dimanajemen sedemikian rupa agar sesuai dengan anggaran, keinginan konsumen, sesuai jadwal, dll. Hal itulah yang menjadi dasar dari manajemen sistem informasi tersebut.

Manajemen Proyek Sistem Informasi (MPSI) bisa juga diartikan sebagai langkah-langkah yang diperlukan dalam sebuah pembuatan proyek sistem informasi untuk mencapai suatu tujuan yang tadi. Berikut beberapa hal yang dijadikan tujuan dalam hal manajemen sistem informasi:
  1. Mutu
  2. Biaya
  3. Waktu
Jika seorang konsumen memiliki biaya rendah, maka proyek manajer bisa menyesuaikan mutu dengan anggaran yang ada. Jiak konsumen menginginkan pembuatan proyek cepat, maka konsumen harus menyediakan dana lebih untuk mendapatkan tujuan tersebut. Begitu juga dengan tujuan mutu yang dihasilkan.

Dalam hal ini yang mengatur atau mengelola pembuatan sistem informasi dari awal hingga akhir ialah Proyek Manajer. Dimana proyek manajer inilah yang bertanggung jawab dan mengatur segala sesuatu tentang proyek yang dikerjakan. Seperti: mencari proyek, melakukan estimasi waktu dan biaya, memilih karyawan.

Terdapat 4 dimensi pada pembuatan Sistem Informasi:
  1. Manusia, ialah orang yang mengerjakan atau membuat sistem informasi. Mulai dari proyek manajer, hingga programmer.
  2. Proses, tahap-tahap dimana proyek sistem informasi ini dikerjakan. Pada dimensi inilah dibutuhkan keterampilan seorang proyek manajer untuk mengatur segala sesuatunya agar sesuai dengan tujuan.
  3. Produk, ialah hasil dari proyek yang dikerjakan. Dalam hal ini sistem informasi.
  4. Teknologi, sesuatu yang terdapat pada produk. Hal ini dapat berkaitan dengan mutu atau kualitas dari sebuah proyek.

Sebenarnya, proyek tidak hanya sistem informasi saja yang perlu dimanajemen sedemikian rupa. Proyek-proyek lainnya pun saya rasa perlu dilakukan manajemen untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Termasuk proyek banguna.

Bila ada kesalahan atau kekurangan mohon dibenarkan atau ditambahkan. Semoga bermanfaat..