Laman

Friday, July 11, 2014

Makan Kacang Setiap Hari Membuat Anda Panjang Umur


'278/365 - Nuts!' photo (c) 2011, Adam Wyles - license: http://creativecommons.org/licenses/by-nd/2.0/Kabar gembira bagi Anda yang suka makan kacang-kacangan. Sebuah studi terbesar untuk jenisnya menemukan bahwa orang yang makan segenggam kacang setiap hari hidup lebih lama daripada mereka yang tidak mengonsumsinya sama sekali.
Dalam studi terhadap hampir 120.000 orang selama 30 tahun tersebut, semakin sering orang mengonsumsi kacang-kacangan, semakin kecil kemungkinan mereka untuk meninggal selama studi. Mengonsumsi kacang kurang dari sekali seminggu menurunkan 7% risiko kematian, seminggu sekali menurunkan 11%, 2-4 kali seminggu menurunkan 13%, 5-6 kali seminggu menurunkan 15%, dan 7 kali atau lebih dalam seminggu menurunkan 20%.
Pada mereka yang mengonsumsi kacang-kacangan setiap hari, peneliti utama Dr Charles Fuchs mengatakan bahwa manfaat yang paling jelas adalah pengurangan 29% kematian akibat penyakit jantung dan 11 % akibat kanker. Analisis juga menunjukkan bahwa mereka yang memakan kacang secara teratur cenderung lebih ramping dibandingkan mereka yang tidak makan kacang-kacangan, sehingga mematahkan pendapat bahwa konsumsi kacang dapat membuat gemuk.
Peneliti mengatakan bahwa pemakan kacang lebih mungkin untuk memiliki gaya hidup yang sehat, tetapi kacang itu sendiri juga berkontribusi terhadap umur yang lebih panjang. Makan kacang dikaitkan dengan gaya hidup sehat, termasuk menjadi kurang mungkin untuk merokok atau kelebihan berat badan dan lebih mungkin untuk berolahraga. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara makan kacang dan penurunan risiko banyak penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, batu empedu, kanker usus dan divertikulitis. Konsumsi kacang-kacangan dikaitkan dengan penurunan kolesterol, penurunan peradangan, stres oksidatif, lemak tubuh dan resistensi insulin yang menurunkan risiko penyakit-penyakit tersebut.
Tim menemukan bahwa penurunan risiko kematian tidak berbeda untuk kacang yang tumbuh di tanah maupun kacang yang tumbuh pohon seperti kacang mete, almond, hazelnut, macadamia, pecan, kacang pinus, pistachio dan kenari.
Penelitian ini tidak dirancang untuk memeriksa sebab dan akibat sehingga tidak dapat menyimpulkan secara spesifik mengapa konsumsi kacang-kacangan dapat memperpanjang umur. Namun, mereka mengatakan bahwa hasilnya sangat konsisten dengan sejumlah besar data uji observasi dan klinis yang mendukung manfaat kesehatan dari konsumsi kacang terhadap banyak penyakit kronis.

Suka yang Manis-Manis? Awas Terkena Gagal Jantung


'Sugary Sweet Cake Donut Muffins' photo (c) 2011, Bobbi Bowers - license: http://creativecommons.org/licenses/by-nd/2.0/Makan terlalu banyak gula dapat mengantarkan Anda ke gagal jantung, sebuah studi baru memperingatkan. Para peneliti di University of Texas Health Science Center di Houston (UTHealth), telah menemukan bahwa mengonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko gagal jantung.  Penelitian tersebut, yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association, mengatakan bahwa molekul metabolit glukosa tunggal yaitu glucose 6-phosphate (G6P) dapat menyebabkan stres pada jantung yang mengubah protein otot dan memperlemah fungsi pompa sehingga menyebabkan gagal jantung. G6P dapat menumpuk dari makan terlalu banyak pati dan / atau gula, kata para peneliti.
Menurut Centers for Disease Control, lebih dari 5 juta orang menderita gagal jantung di AS setiap tahun. Sekitar setengah dari mereka yang didiagnosis dengan kondisi itu meninggal dalam waktu satu tahun setelah diagnosis dan lebih dari setengah juta kasus gagal jantung baru di negara itu setiap tahun.
Para peneliti melaporkan pada Konferensi Tahunan ke-50 American Heart Association mengenai Epidemiologi dan Pencegahan Penyakit Jantung, bahwa peningkatan konsumsi gula telah menyebabkan kenaikan penderita diabetes dan penyakit jantung dalam dekade terakhir.  Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh para peneliti di Emory University School of Medicine dan US Centers for Disease Control and Prevention (CDC),  orang- orang yang mengonsumsi  makanan dan minuman olahan bergula tambahan diketahui cenderung berisiko penyakit jantung lebih tinggi.
Tim peneliti, yang dipimpin oleh Taegtmeyer, pertama kali melakukan uji praklinis pada hewan dan kemudian menguji jaringan yang diambil dari pasien-pasien yang sebagian otot jantung mereka diambil untuk memungkinkan penempatan alat bantu ventrikel kiri jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa G6P dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan terhadap jantung. Taegtmeyer mengatakan bahwa ketika orang memiliki tekanan darah tinggi, atau penyakit lain, jantungnya sudah stres, sehingga ketika memiliki kelebihan glukosa maka kondisinya semakin memburuk dan dapat membahayakan.
Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan sejumlah masalah kardiovaskular. Heinrich Taegtmeyer, MD, D. Phil, peneliti utama dan profesor kardiologi di Fakultas Kedokteran UTHealth berkata: “Pengobatannya sulit. Dokter dapat memberikan diuretik untuk mengontrol cairan, dan beta-blockers dan ACE inhibitors untuk menurunkan stres pada jantung dan memungkinkannya untuk memompa lebih ekonomis. Tapi kita masih memiliki statistik yang mengerikan dan tidak ada pengobatan baru dalam 20 tahun terakhir. ”
Obat-obatan seperti rapamycin (immunosuppressant) dan metformin (obat diabetes) dapat memblokir sinyal dari G6P dan meningkatkan kekuatan jantung. Taegtmeyer menambahkan: “Obat-obatan ini memiliki potensi untuk pengobatan dan kini telah membuka jalan untuk studi lebih lanjut pada pasien.”

Apakah sebenarnya Gula?

Gula adalah karbohidrat sederhana yang termasuk dalam kelas zat kimia berasa manis. Tiga jenis utama gula sukrosa, laktosa, dan fruktosa. Meskipun sel-sel tubuh kita membutuhkan gula (glukosa) untuk bertahan hidup, mengonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan. Gula tambahan tidak mengandung nutrisi bermanfaat dan justru berkontribusi terhadap kerusakan gigi, diabetes, dan obesitas.
Menyadari kandungan gula dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sangat penting untuk kesehatan kita. Para ahli gizi sangat menganjurkan mengkonsumsi tidak lebih dari 13 sendok teh sehari.

Pola Makan Penyandang Diabetes


Pola Makan Penyandang Diabetes


Karbohidrat merupakan salah satu kategori makanan utama (makanan utama lain adalah protein dan lemak) yang dibutuhkan penyandang diabetes tipe 2. Karbohidrat menyediakan bahan bakar bagi tubuh dalam bentuk glukosa. Glukosa adalah gula yang merupakan sumber utama energi untuk semua sel-sel tubuh.

Terdapat dua jenis karbohidrat: sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana adalah gula, seperti glukosa, sukrosa, laktosa, dan fruktosa. Mereka ditemukan dalam gula dan buah-buahan. Karbohidrat kompleks adalah pati (zat tepung), yang merupakan gula sederhana yang terikat satu sama lain secara kimia. Mereka ditemukan di kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian. Karbohidrat kompleks dianggap sehat terutama karena mereka dicerna oleh tubuh perlahan-lahan, menyediakan sumber energi yang stabil. Mereka juga mengandung jumlah serat yang bagus.

Karbohidrat, tidak seperti lemak atau protein, memiliki efek paling cepat pada gula darah karena karbohidrat akan dipecah menjadi gula pada awal proses pencernaan. Karbohidrat biasanya dapat ditemukan dalam kelompok makanan berikut:
  • Buah
  • Susu dan yoghurt
  • Roti, sereal, nasi, pasta
  • Sayuran bertepung seperti kentang, jagung, dan kacang-kacangan

Sedangkan serat adalah bagian yang tidak bisa dicerna dari makanan nabati. Zat ini memainkan peranan penting dalam proses pencernaan karena membantu makanan terus bergerak di sepanjang saluran pencernaan dan menambahkan berat pada tinja agar dapat dikeluarkan. Selain itu, pola makan yang kaya serat juga dapat menurunkan risiko Anda mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. Serat juga dapat:
  • Menunda penyerapan gula dan mengontrol kadar gula darah lebih baik.
  • Mengikat kolesterol dan mengurangi kadar kolesterol 'jahat' LDL dalam darah.
  • Menjadi sumber vitamin dan mineral yang baik.
  • Membantu mencegah sembelit dan mengurangi risiko gangguan pada usus.
  • Memudahkan penurunan berat badan dengan membantu mengurangi asupan kalori (dengan mengonsumsi serat, berat dari makanan yang kita konsumsi akan bertambah, sehingga membuat kita merasa lebih kenyang).

Disarankan bagi semua orang untuk mengonsumsi 25-35 gram serat per harinya. Cara terbaik untuk meningkatkan asupan serat bagi para penyandang diabetes tipe 2 adalah dengan makan makanan kaya serat lebih banyak seperti:
  • Buah-buahan segar dan sayuran
  • Kacang kering yang dimasak dan kacang polong
  • Roti gandum, sereal, dan cracker
  • Beras merah

12 Tips Sehat Berpuasa Ramadhan




Puasa Ramadhan secara umum berdampak positif bagi kesehatan. Dua belas tips berikut perlu Anda pertimbangkan agar puasa Anda tetap menyehatkan.
  1. Minum yang cukup. Hidrasi adalah hal terpenting selama puasa Ramadhan. Setelah berbuka puasa, Anda harus minum dalam jumlah besar. Anda juga harus minum saat bersahur. Kebutuhan hidrasi tubuh adalah sekitar 1,5 liter per hari.
  2. Makan yang sehat. Anda sebaiknya menerapkan diet sehat pada saat berbuka. Jangan berlebihan melahap kue dan makanan manis yang bahkan dalam jumlah besar sekalipun tidak memuaskan rasa lapar dan mengganggu pola makan Anda. Pertimbangkan memakan kurma yang dapat mengisi ulang energi dengan cepat.
  3. Jangan langsung berbuka dalam porsi besar. Mulailah dengan sup, kolak atau makanan pembuka lain dan tunggu sampai meresap di pencernaan sebelum makan besar.
  4. Jangan makan terlalu banyak. Buka puasa seharusnya tidak identik dengan makan berlebihan. Makan berlebihan tidak hanya mengganggu tubuh, tetapi juga membuat ngantuk saat shalat tarawih.
  5. Meskipun puasa dimulai dari matahari terbit sampai terbenam, Anda sebaiknya tetap makan tiga kali sehari: yang pertama saat bersahur, yang kedua saat berbuka dan yang ketiga sekitar 2 atau 3 jam setelah berbuka.
  6. Saat bersahur, disarankan makan buah-buahan untuk vitamin dan sumber karbohidrat seperti nasi dan ubi-ubian yang dapat bertahan sampai berbuka puasa. Penting untuk bersantap sahur mendekati saat imsak.
  7. Jika memungkinkan, tidurlah di awal siang untuk mengumpulkan energi. Hindari sinar matahari dan panas yang menimbulkan dehidrasi.
  8. Minimalkan penggunaan tenaga fisik. Atlet harus ekstra hati-hati untuk tidak berolahraga terlalu keras selama bulan Ramadhan. Dianjurkan untuk berolahraga yang tidak intensif di sore hari sebelum saat berbuka.
  9. Penderita diabetes. Penderita diabetes harus secara teratur memonitor gula darah mereka, cukup hidrasi dan tidak makan yang manis-manis tanpa nasihat medis.
  10. Orang yang lemah fisik. Puasa seharusnya tidak memperburuk status kesehatan orang dengan kondisi medis. Ibu hamil atau menyusui, lansia, pasien hipertensi, penyakit jantung atau asma, biasanya tidak wajib berpuasa Ramadhan. Bila tetap berpuasa, mereka harus berkonsultasi dengan dokter jika merasakan tanda-tanda gangguan kesehatan. Demi keselamatan yang lebih baik, disarankan untuk pergi ke dokter sebelum dan sesudah Ramadhan.
  11. Jangan menghentikan pengobatan tanpa nasihat medis. Orang yang harus mendapatkan pengobatan berkala harus mendapatkan saran dari dokter dan ustadz mereka. Mereka tidak harus berpuasa Ramadan jika hal itu membawa risiko pada kesehatan mereka.
  12. Segera membatalkan puasa bila mendapatkan masalah kesehatan. Bila Anda mengalami masalah medis selama sehari dan tidak dapat pulih dengan cepat, mungkin sebaiknya Anda tidak berpuasa sehari atau lebih. Hari-hari di mana Anda tidak berpuasa dapat diganti sebelum Ramadhan berikutnya.

Tips menangkal lesu saat berpuasa




PUASA identik dengan kelesuan, secara fisik tentunya. Ada yang bilang bahwa untuk mengatasi kelesuan yang bakal terjadi, makan sahur saja sekenyang-kenyangnya. Tindakan itu ternyata bukan jawaban. Sebab, makan sahur yang terlalu kenyang justru membuat tubuh akan lebih cepat mencerna makanan tersebut sehingga rasa lapar lebih cepat terasa.
Selain itu, makan sahur terlalu kenyang akan menyebabkan aliran darah menunumpuk pada bagian perut sedangkan aliran darah ke otak menjadi berkurang. Hal inilah yang akan mengakibatkan rasa ngantuk di pagi hari, badan lesu/lemas dan daya tahan tubuh berkurang. Berikut ini adalah Tips bagaimana menangkal rasa lesu/lemas selama puasa, menurut Mochammad Yuwono, Dosen Fakultas Farmasi dari Universitas Airlangga Surabaya:

1. Meningkatkan Kadar Protein dari Menu Sahur
Pemilihan menu makanan sahur ternyata memegang peranan penting. Menu makanan pada umumnya sebagian besar terdiri atas karbohidrat, hanya sebagian kecil berupa protein dan lemak. Dan hanya beberapa jam saja setelah makan sahur, karbohidrat tersebut sudah tercerna.
Menurut salah satu penelitian, pada puasa hari pertama dan kedua, glikogen pada hati secara cepat menurun sampai 10%, akan tetapi kadar glukosa dalam darah relatif konstan. Beberapa hari setelah puasa berjalan, pengeluaran nitrogen dalam bentuk urea yang melewati air kencing ternyata akan meningkat. Hal ini berarti, sedang terjadi peningkatan degradasi protein dalam tubuh. Sementara, jumlah asam lemak bebas (free fatty acid) selama berpuasa meningkat.
Sayangnya di dalam tubuh manusia (mamalia), asam lemak bebas ini tidak bisa digunakan untuk membentuk glukosa, meskipun glukosa ini sendiri dapat dibentuk dari gliserol. Oleh karena itu, selama berpuasa, energi utama untuk menghasilkan glukosa (gula) darah adalah protein. Dengan demikian, apabila selama berpuasa Anda menginginkan agar tidak cepat lapar dan loyo, serta berat badan tidak berkurang, maka menu makanan sahur sebaiknya mengandung protein yang cukup tinggi -selain konsumsi kabohodrat dan lemak- seperti daging, ikan, susu, telur, keju (protein hewani) serta buncis, kacang hijau, kedelai dsb (protein nabati).
2. Pilih Minuman yang Manis (Bergula)
Mengingat rasa loyo badan berkaitan dengan kadar gula dalam darah, maka minuman sahur hendaknya yang berasa manis, bukan air putih. Rasa manis ini bisa diperoleh dari gula (tebu), madu atau gula jenis lainnya. Jangan menggunakan pemanis buatan, karena pemanis ini tidak berkalori.
3. Lakukan Makan Sahur Pada Kesempatan Terakhir
Maksudnya adalah melakukan sahur pada saat-saat akhir waktu sahur berakhir. Mengapa? Secara logika, jika makanan shur makin mendekati waktu imsyak, tentunya proses pencernaan akan lebih tertunda. Akibatnya rangsangan lapar dan rasa loyo badan pun akan tertunda pula.
4. Hindari Porsi Makan Sahur Melebihi Takaran Lazim
Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa makan sahur yang berlebihan ternyata membuat Anda justru akan menjadi lesu, ngantuk dan kurang gairah di pagi hari. Sebaiknya Anda ambil saja porsi yang lazim. Demikian pula pada saat Anda berbuka puasa, tentunya dengan alasan yang sama Anda hendaknya tidak langsung mengisi perut secara membabi buta.
5. Tetap Melakukan Aktifitas Kerja Secara Normal
Di dalam tubuh terdapat hormon-hormon yang berperan untuk meningkatkan kadar gula darah yang bekerja melawan hormon insulin. Berdasarkan percobaan, hormon-hormon anti-insulin ini lebih aktif bekerja apabila Anda melakukan aktivitas. Sebaliknya hormon ini akan berkurang apabila Anda menurunkan aktivitas fisik (tidur dan bermalasa-malasan). Oleh karena itu, sebaknya selama bulan puasa Anda tetap melakukan aktivitas normal. Hindari tidur dan bermalas-malasan (khususnya setelah makan sahur), tapi bukan berarti Anda bebas melakukan aktivitas kerja yang terlalu berat.