Menganalisis pasar konsumen
Tujuan pemasaran
adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan sasaran dengan
cara yang lebih baik daripada para pesaing. Pemasaran selalu mencari kemunculan
tren planggan yang menunjukan peluang pemasaran baru. Kemunculan telepon
seluler, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda, pembuat pemasaran
memikirkan kembali praktik mereka. Pemasaran tang berhasil mengharuskan
perusahaan berhubungan penuh dengan pelanggan mereka. Penerapan orientasi
pemasaran holistik berarti memahami pelanggan memperoleh pandangan 360 derjat
tentang kehidupan sehari-hari mereka dan perubahan yang terjadi sepanjang hidup
mereka sehingga produk yang tepat dipasarkan ke pelanggan yang tepat dengan
cara yang tepat. Bab ini mengeksplorasi dinamika pembelian konsumen individual,
bab berikutnya mengeksplorasi dinamika pembelian pembeli bisnis.
Prilaku kunsumen
adalah studi tentang bagaimana individu,kelompok, dan organisasi memilih,
membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Pemasaran dapatmemahami secara penuh
teori dan realitas prilaku konsumen.
Faktor Budaya
Kelas budaya,
subbudaya, dan sosialsangat mempengaruhi prilaku pembelian konsumen.
Budaya(culture) adalah determinan dasar keinginan dan prilaku seseorang.
Melalui keluarga dan institusi utama lainya, seorang anak yang tumbuh di
amerika serikat terpapar oleh nilai – nilai berikut : pencapaiyan dan
keberhasilan, aktivitas, efisiensi dan kepraktisan, proses, kenyamanan materi,
indvidualisme, kebebasan, kenyamanan external, humanitarisme dan jiwa
muda.setiap budaya terdiri dari beberapa subbudaya(subculture) yang lebih baik
kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yng lebih spesifik untuk
anggota mereka. Subbudaya meliputi kebangsaan, agama, kelompok ras, dan wilayah
geografis. Ketika subbudaya tumbuh besar dan cukup kaya, perusahaan sering
merancang program pemasaran khusus untuk wilayah mereka.
Faktor Sosial
Selain faktor budaya,
faktor social seperti klompok referensi,
keluarga, serta peran
keluarga,serta peran social dan status mempengaruhi prilaku pembeli. Kelompok
referensi ( reference group) seseorang adalah kelompok semua kelompok yang
mempunyai pengaruh langsung (tetep muka) atau tidak langsung terhadap sikap
atau prilaku orang tersebut. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung disebut
kelompok keanggotaan (membership group). Beberapa dari kelompok ini merupakan
kelompok primer (primary group), dengan siapa seseorang berinteraksi dengan apa
adanya secara terus menerus dan tidak resmi, seperti keluarga, temantetangga,
dan rekan kerja. Masyarakat juga menjadi kelompok sekunder (secondary group),
seprti agama, professional, dan kelompok persatuan perdagangan, yang cendrung
lebih resmi dan memerlukan interaksi yang kurang berkelanjutan.
Faktor Pribadi
Keputusan pembeli juga
dipengaruhi oleh karasterisik pribadi. Faktor pribadi meliputi usia dan tahap
dalam siklus hidup pembeli, pekerjaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri,
serta gaya hidup dan nilai.
Jenifer Aeker dari
Stanford meriset kepribadian merek dan mengidentifikasi sifat-sifat berikut:
1. Ketulusan/sincerity
(membumi, jujur, sehat, dan ceria)
2. Kegembiraan/excitement
(berani, bersemangat, imajinatif, dan modern)
3. Kompetensi/competence
(dapat diandalkan, cerdik, dan sukses)
4. Kesempurnaan/sophisticated
(kelas atas dan menarik)
5. Ketahanan/reggudness
(petualang dan tangguh)
Tiga teori terkenal
temtang manusia: Sigmun freud, Abraham maslow, dan fedrik herzerg.
Teori freud
Sigmund freud
mengasumsikan bahwa kekuatan psikologis yamg membentuk prilaku seseorang tidak
dapat memahami secara penuh motivasinya sendiri.
Teori Maslow
Araham maslow berusaha
menjelaskan mengapa orang didorong oleh kebutuhan tertentu. Jawabannya adalah
bahwa kebutuhan manusia diatur dalam hirarki dari yang paling menekan sampai
yang paling tidak menekan. Kebutuhan psikologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan
social, kebutuhan akan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri.
Teori herzegrb
Fedrik Herzegrb mengembangkan
teori dua faktor yang membedakan ketidakpuasan/dissatisfier (faktor-faktor yang
menyebabkan ketidakpuasan) dari kepuasan/satisfier (faktor yang menyebabkan
kepuasan).Ketiadaan dissatisfier tidak cukup untuk memotivasi pembelian; harus
ada satisfier. Misalnya, computer yang tidak disertai jaminan akan menjadi
ketidakpuasan.
Persepsi
Orang yang memotivasi
siap bertindak. Bagaimana ia bertindak dipengaruhi oleh pandangan nya tentang
situasi. Dalam pemasaran, persepsi lebih penting daripada realitas,karena persepsi
konsumen mempengaruhi perilaku actual konsumen. Persepsi (perception) adalah
proses dimana kita memilih, mengatur, dan memperjemahkan masukan informasi
untuk menciptakan gambaan dunia yang berarti.
Dalam pemasaran,
persepsi lebih penting daripada realitas, karena persepsi yang mempengaruhi
aktual konsumen. Orang bias mempunyai persepsi berbeda tentang objek yang sama
karena tiga proses pemahaman: atensi selektif, distorsi selektif, dan retensi
selektif.
Atensi selektif
Atensi/perhatian
adalah alokasi pemrosesan kapasitas terhadap beberapa rangsangan. Atensi
sukarela adalah suatu yang bermakna; tak suka rela disebabkan oleh seseorang
atau sesuatu. Atensi selektif berarti bahwa pemasar harus bekerja keras untuk
menarik atensi konsumen. Tantangan sebenarnya adalah menjelaskan rangsangan
mana yang deiperhatikan orang. Berikut ini beberapa temuan:
1. Orang
cebdrung lebih memperhatikan rangsangan yang berhubungan dengan kebutuhannya
saat ini.
2. Orang
cenderung memperhatikan rangsangan yang mereka antisipasi.
3. Orang
memperhatikan rangsangan yang deviasinya besar dalam hubungannya dengan ukuran
normal rangsangan.
Distorsi selektif
Distorsi selektif
(selective distortion) adalah kecendrungan untuk menerjemahkan informasi dengan
cara yang sesuai dengan konsepsi awal kita. Konsumen sering mendistorsi
informasi agar sesuai dengan keyakinan dan espektasi dari merk dan produk yang
sudah ada sebelumnya.
Retensi selektif
Retensi selektif
(selective retention), kita akan mengingat poin bagus tentang produk yang kita
sukai dan melupakan poin bagus tetang produk pesaing. Retensi selektif sekali
lagi bekrja untuk keunggulan merek-merek kuat. Hal ini juga menjelaskan mengapa
pemasar harus mengguanakan pengulangan untuk memastikan pesan mereka tidak
diabaikan.
Persepsi bawah sadar
Mekanisme persepsi
selektif membutuhkan keterlibatan dan pemikiran aktif konsumen. Sebuah topik
yang telah mempesona banyak pemasar selama berabad-abad adalah persepsi bawah
sadar (subliminal perception).
Pembelajaran
Pembelajaran
(learning) mendorong perubahan dalam perilaku kita yang timbul dari pengalaman.
Sebagian besar perilaku manusia dipelajari, meskipun pembelajaran itu tidak
disengaja. Ahli teori pembelajaran percaya bahwa pembelajaran dihasilkan
melalui interaksi dorongan, rangsangan, pertanda, respon, dan penguatan. Dua
pendekatan terhadap pembelajaran terpopuler adalah pengkondisian klasik dan
pengkondisian operant (instrumental).
Dorongan (drive)
adalah rangsangan internal kuat yang mendorong tindakan. Pertanda (cue) adalah
rangsangan minor yang mentukan kapan,dimana, dan bagaimana seseorang
merespon.Diskriminasi (discrimination) berarti kita telah belajar menyadari
perbedaan dalam sekumpulan rangsangan yang sama dan dapat menetukan respon kita
menurut perbedaan tertentu. Biasa hedonis mengatakan orang mempunyai
kecenderungan umum untuk mengaitkan keberhasilan pada diri mereka dan kegagalan
pada penyebab eksternal.
Memori
Semua informasi dan
pengalaman yang kita hadapi ketika kita menjalani hidup dapat berakhir di
memori jangka panjang kita. Ahli psikologi kognitif membedakan antara memori
jangka pendek (short term memory). Penyimpanan informasi tmporer dan terbatas ,
dan memori jangka panjang (long term memory) penyimpanan yang lebih permanen
dan pada dasarnya tak terbatas.
Model memori jaringan
asosiatif (assosiative network memory model) memandang memory jangka panjang
sebagai kumpulan node dan penghubung. Node adalah informasi tersimpan yang
dihubungkan dengan penghubung yang kekuatannya bervariasi. Semua jenis
informasi dapat disimpan dalam jaringan memori, termasuk informasi verbal,
visual, abstrak, dan kentekstual. Asosiasi merek (brand association) terdiri
dari semua pikiran, perasaan, persepsi, citra, pengakaman, kepercayaan, sikap,
dan sebagainya yang berkaitan dengan merek yang berhubungan dengan node merek.
No comments:
Post a Comment